<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Geopolitik on Krisis Energi Global</title><link>https://krisisenergi.com/categories/geopolitik/</link><description>Recent content in Geopolitik on Krisis Energi Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sun, 25 Jan 2026 14:30:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://krisisenergi.com/categories/geopolitik/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Kelangkaan Material Strategis: Menghadapi Krisis Rantai Pasok Teknologi Hijau Global</title><link>https://krisisenergi.com/posts/krisis-bahan-baku-energi-terbarukan/</link><pubDate>Sun, 25 Jan 2026 14:30:00 +0000</pubDate><guid>https://krisisenergi.com/posts/krisis-bahan-baku-energi-terbarukan/</guid><description>&lt;p>Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang paradoksal. Di satu sisi, komitmen global untuk mencapai target &lt;em>net-zero emission&lt;/em> semakin menguat, mendorong adopsi teknologi hijau seperti kendaraan listrik (EV), panel surya, dan turbin angin secara masif. Namun di sisi lain, ambisi besar ini terbentur oleh realitas fisik yang keras: keterbatasan pasokan material strategis. Kelangkaan mineral kritis bukan lagi sekadar peringatan teoretis, melainkan ancaman nyata yang dapat melumpuhkan rantai pasok teknologi hijau global dan memicu ketegangan geopolitik baru.&lt;/p></description></item></channel></rss>