<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Ketimpangan on Krisis Energi Global</title><link>https://krisisenergi.com/tags/ketimpangan/</link><description>Recent content in Ketimpangan on Krisis Energi Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Mon, 29 Dec 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://krisisenergi.com/tags/ketimpangan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Ketimpangan Energi Dunia: Mengapa Negara Berkembang Tertinggal dalam Transisi Hijau?</title><link>https://krisisenergi.com/posts/ketimpangan-energi/</link><pubDate>Mon, 29 Dec 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://krisisenergi.com/posts/ketimpangan-energi/</guid><description>&lt;p>Di saat dunia berbicara tentang &lt;strong>transisi energi hijau&lt;/strong>, sebagian besar negara berkembang masih berjuang memenuhi kebutuhan energi dasar bagi warganya. Sementara negara maju berlomba mengadopsi teknologi terbarukan dan mencapai target &lt;em>net zero emissions&lt;/em>, banyak negara di Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin masih bergantung pada bahan bakar fosil untuk menggerakkan perekonomian.&lt;br>
Kesenjangan ini menciptakan fenomena yang disebut &lt;strong>ketimpangan energi global&lt;/strong>, di mana transformasi menuju masa depan berkelanjutan hanya dapat diakses oleh segelintir negara kaya.&lt;/p></description></item></channel></rss>